Minggu, 09 September 2012

Fenomena Keberhasilan Hyundai-Kia di Eropa

Frankfurt, KompasOtomotif - Di saat Eropa divonis mengalami krisis ekonomi, fenomena menarik dan mencengangkan justru terjadi pada dua produsen mobil Korea Selatan, yaitu Hyundai-Kia. Penjualannya mereka terus naik! 

Sementara merek-merek yang sudah lama eksis, khususnya dari Eropa dan Amerika Serikat, justru termehek-mehek. Pada kuartal kedua penjualan mereka turun dan malah ada yang harus menutup pabrik.

Hyundai-Kia pun kini menjadi “hantu” bagi Ford, Peugeot-Citroen dan merek lainnya (termasuk Jepang) dipasar di Eropa. Kondisinya, Hyundai-Kia terus berlari pada kecepatan tinggi, sementara yang lain tertatih-tatih mempertahan posisinya dengan stamina terus melorot. Padahal dari segi pengalaman, Hyundai-Kia “anak kemarin sore”.

Contohnya, Ford, sudah menancapkan kukunya di Eropa sejak 1911, seabad lebih! Sedangkan Hyundai, mendirikan pabrik di Eropa Timur pada 2005.

Terakhir, pemerintah Perancis malah menunding, kedua produsen mobil Korea Selatan itu melakukan praktek “dumping”. Ya,...Hyundai-Kia membuat merek kebanggaan Perancis, PSA Peugeot-Citroen pontang-panting dan minta bantuan kepada pemerintahnya. 

Harga  
Apa yang menarik bagi konsumen Eropa yang  berpengalaman mau membeli merek Korea Selatan itu? “Saya memilih Hyundai karena harganya paling murah di antara merek di lain di kelasnya,” jelas Anja Schlosser (31), seorang manajer pembelian di Frankfurt, Jerman yang berencana mengganti Fiat Puntonya dengan Hyundai i30.

Menurut
Bloomberg, ketika ditanya lagi, mengapa tidak memilih Ford Fiesta atau Focus? Anja menjawab, ”Saya suka desainnya, lebih bagus dari Ford!”

Penampilan mobil Korea memang makin menarik karena dirancang oleh perancang Eropa yang mengenal selera konsumenn Benua Biru tersebut. Pertanyaan lain, mengapa Hyundai-Kia bisa menawarkan harga lebih kompetitif dibandingkan dengan merek Amerika atau Eropa lainnya?
Upah buruh
Menurut Bloomberg, harga Ford lebih mahal karena mobilnya dibuat di Eropa Barat, tepatnya di Jerman dengan upah buruh lebih mahal. Sedangkan Hyundai-Kia membuat mobil di wilayah Eropa Timur dengan upah buruh lebih rendah. Saat ini Hyundai punya pabrik di Nosovice, Ceska (Ceko) dan Turki, sedangkan Kia di Slowakia.  

Di Jerman, Ford harus mengeluarkan upah untuk buruh 43,85 euro per jam atau empat kali lipat lebihdari  Hyundai hanya10,62 euro di Republik Ceska. “Upah buruh berpengaruh besar pada keuntungan,” kata Marc-Rene Tonn, seorang analis di Warburg Researtch di Hamburg. Ia memperkirakan upah buruh 10 persen dari biaya produksi.

Upah buruh di pabrik Ford, Saarlouis, Jerman yang dibangun pada 1970,  saat ini sekitar 480 euro untuk satu unit Focus (didasarkan pada upah buruh per jam). Sementara Hyundai hanya mengeluarkan 207 euro pada pabrik yang berusia 4 tahun. Perbedaan itulah yang membantu Hyundai bisa menawarkan i30 dengan banderol 15.900 euro (Rp 191 juta) atau lebih murah 960 euro (Rp 11,5 juta) dibandingkan harga paling murah Focus.

Efisiensi
Karena persaingan harga tersebut, Ford dilaporkan kehilangan pendapatan pada kuartal kedua tahun ini, yaitu 404 juta dollar, kendati sebelumnya untung 176 juta dollar. Penjualannya di Eropa turun 9,9 persen atau hanya 532.819 unit pada semester pertama. Sementara Hyundai tumbuh 12 persen menjadi 232.454 mobil dan Kia melonjak 25 persen menjadi 173.232 unit, sesuai laporan ACEA (organisasi industri mobil Eropa).

Jaringan 23 pabrik Ford di berbagai negara Eropa, kini dinilai kurang efisien. Sementara, Hyundai lebih baik. Sebagai contoh, pabrik Hyundai di Nosovice, menghasilkan 600.000 unit transmisi per tahun. Pabrik Kia di Zilina, Slowakia yang membuat mesin, jaraknya hanya 56 km dari Nosovice. Hasilnya, truk yang berangkat dari pabrik di Ceska membawa transmisi, saat kembali dari Slowakia mengangkut mesin.

Di lain hal, relokasi pabrik dari Eropa barat ke timur juga tidak mudah. Ford punya pengalaman buruk!  Karena markas besar Eropa dipindahkan dari Inggris ke Jerman, penjualan di Negeri Ratu Elizabeth itu turun 44 persen menjadi 265.894 unit sejak 2002.

“Jika saya keluar dari suatu negara, haruskah saya kehilangan "image" merek di sana? Jika saya ingin menyelamatkan satu miliar, apakah saya harus kehilangan satu juta pendapatan di negara tersebut? Tidak ada formula ampuh! Di Inggris Ford sudah terluka," komentar REon Harbour dari perusahaan konsultasi Oliver Wyman di New York.

Sumber : otomotif.kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar