Jumat, 21 September 2012

Suzuki Yakin Ekspor Mobil Niaga Akan Naik

Jakarta - Agen pemegang merek Suzuki, PT Suzuki Indomobil Sales, menargetkan penjualan mobil niaga Suzuki pick-up ke pasar ekspor akan semakin meningkat. Endro Nugroho, Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil, mengatakan saat ini mobil pick-up Suzuki telah diekspor ke-107 negara di dunia. 

“Kami sudah mengekspor ke 107 negara dan kami rasa tidak ada produsen lain yang mampu melakukan itu,” ujarnya saat peluncuran Suzuki Carry Mega Extra di Jakarta, Senin, 17 September 2012.

Pencapaian itu, menurut Endro, membuat Suzuki siap meningkatkan ekspor mobil niaga ke sejumlah negara. “Tahun lalu, per bulannya kami mampu menjual sebanyak 2.500 unit,” katanya. Apalagi permintaan mobil pick-up di luar negeri saat ini cenderung mengalami peningkatan.

Endro mengatakan Suzuki mengekspor mobil niaga tersebut dengan tujuan sebagian besar ke negara-negara Timur Tengah dan Amerika Selatan. “Jumlahnya sendiri memang sangat bergantung dari kondisi dalam negeri tujuan ekspor. Tapi saat ini rata-rata sudah mulai meningkat karena perbaikan ekonomi global,” ujarnya.

Untuk pasar domestik, dia menambahkan, Suzuki akan memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar mobil niaga. Keyakinan itu seiring peluncuran Suzuki Carry Mega Extra. “Karena itu, kami yakin bisa semakin memantapkan diri sebagai pemimpin pasar mobil pick-up di Indonesia dengan pangsa pasar lebih dari 50 persen,” ujarnya.

Meskipun begitu, Endro menyatakan, Suzuki Mega Carry Extra tersebut belum akan diekspor untuk memperluas pasar Suzuki. Mobil niaga yang dibanderol seharga Rp 99,9 juta itu masih akan difokuskan untuk pasar di dalam negeri.

Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Seiji Itayama, menambahkan ekspor Suzuki Carry Mega Extra itu bisa saja dilakukan ke sejumlah negara. Ekspor itu dilakukan jika memang regulasi dan permintaan dari negara yang bersangkutan memungkinkan dilakukan ekspor. “Jadi, bisa saja diekspor, tapi saat ini fokusnya untuk pasar Indonesia dulu,” katanya.

DIMAS SIREGAR
Sumber : tempo.co

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar